Melihat Tanpa Mata

Minggu-minggu ini sungguh merupakan pelajaran berarti yang jika aku hidup dengan cara lain, atau dengan orang lain mungkin tak akan pernah aku dapatkan. Sungguh minggu ini sangat sulit untuk dijalani. Ramadhan berat dengan segala keluhan yang harus aku terima setiap bangun sahur. Terkadang ingin marah atau ikut mengeluh dan ingin berkata aku lelah mendengar keluhan… Read More Melihat Tanpa Mata

Payungimu

Lagi kau sedang berlari, menembus hujan sore ini. Kini aku tahu, kau tak pernah membawa payung peneduh. Lagi kau buatku termenung, terpukau melihatmu yang kemudian sibuk mencoba mengeringkan baju. Tadi, aku sangat ingin berlari. Membawakanmu payung lalu berjalan bersamamu. Tapi, aku takut semesta marah. Aku takut mengagetkanmu, karna mungkin kau tak siap ku payungimu. Karena… Read More Payungimu

Lagu Darimu

pukul 11.16 aku baru saja selesai menonton drama, dan langsung berpindah ke file photo dan aku mencari sebuah video yang dulu kau buat kala ulangan. Aku masih memakai earphone ku, dan mendengarkan lagunya. Aku tersenyum. Tapi biasa saja. Bahkan aku tidak sakit atau terlalu berharap kembali karna mendengarnya. Kau yang membuatku suka dengan lagu ini,… Read More Lagu Darimu

Berdamai Dengan Masa Bersamamu

Kadang terlintas ingin kembali untuk menjelaskan dan meminta maaf, tapi sekarang semuanya terasa jelas ada yang tak inginkan hal itu terjadi. Maka aku pergi. Mencoba menghapus harap yang kerap datang kala benak ini terasa kosong. Maka kini aku berdamai. Mencoba mendengarkan semua tentangmu dengan tenang. Mencoba tersenyum dan mengangguk kala semuanya memang benar. Maka kini… Read More Berdamai Dengan Masa Bersamamu

Teruntuk Wanita Manis

Teruntuk wanita manis, yang tetap setia menunggu bis tiba ditengah rintik hujan yang mulai membesar, yang rambutnya sedikit basah karena berlari menyebrangi jalan menuju halte dari Gedung yang menjulang tinggi, yang mulai berusaha mengatur nafasnya sambil sesekali menyibakkan rambut indahnya. Teruntuk wanita manis, hingga aku menuliskan ini aku tak tahu siapa namamu. Karena mungkin kau… Read More Teruntuk Wanita Manis

Menuju Sajak Timur|| Random Talk #2

Sampai detik ini ‘Sajak Untuk Embun’ masih belum selesai, ini kaya challange buat diri sendiri sih sebenernya. Karena Embun itu perempuan atau tepatnya kalau kata Timur wanita manis jadi aku harus bisa jadi laki-laki yang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya sama perempuan yang bahkan ngobrol aja belum pernah. Gimana tuh? yah jadilah ini tantangan, sebelumnya beberapa tahun… Read More Menuju Sajak Timur|| Random Talk #2