Saat siBodoh Mencinta

Hai-selamat bertemu lagi aku sudah lama menghindarimu, sialku lah kau ada disini.

mungkin aku memang tak pantas menulis satu katapun untukmu, lagi.
Tapi apa kau tau, sebodoh apa aku sekarang ini ?
Sampai sakit hati yang ku rasakan ydan membuatku kecewa itu tak menahanku untuk menguntit hidupmu.

Sebodoh apa aku sekarang ini ?
itu sama dengan bodohnya hari itu, saat kita sempat tertawa bersama diatas semua dustamu

sebodoh apa aku sampai menulis hari ini ?
adalah sebodoh kamu kengecewakan orang yang tak pernah main-main dengan hatinya

Mungkin memang kamu harus tau dan membuka beberapa kisahku dimasa lalu, melihat bagaimana aku mencintai setiap orang yang aku memang aku punya hak untuk mencintainya. Aku tak pernah main-main. Aku mencintainya, menunggunya hingga akhirnya dia menikah dengan orang lain diusia mudanya.

Apa cinta selalu seperti itu ?
Menyakitkan ?

Apa aku yang salah ?
Karna terlalu mencintainya ?

Apa aku selalu bodoh saat jatuh cinta?
Mungkin iya, karna aku hanya tau aku mencintainya dengan tulus menyayanginya dengan doa, menuliskannya diantara deretan puisi untuknya yang tak pernah sampai

Apa aku salah mencintai seseorang dengan benar ?
Aku tak pernah melihat kelebihannya, aku hanya tau aku mencintainya walau itu adalah sebuah kebodohan .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s