Kehidupan tanpanya

Hujan dengan deras turun disertai petir, dulu aku benar merasa mencintai dan dicintai dengan benar, sampai akhirnya aku jatuh karena semua yang aku perjuangkan seolah angka NOL tak ada artinya, seperti deret angka XYZ yang tak punya pilihan lain, hanya jatuh dan tak dapat hidup lagi.

Sampai matahari bersinar lagi, saat itu aku mencoba mengetuk pintu yang pernah aku banting keras tanpa hati., mencoba menjalin hati dengan pemilik rumah yang dulu rumahnya selalu aku singgahi tanpa henti. Tapi nihil tak ada seorangpun yang membuka pintunya untukku, bahkan kala aku titip pesan pada tetangga, aku tak pernah mendapat satu balasanpun.
Dan akhirnya hari itu aku mengerti dia telah mengunci dan meminta untuk tak pernah datang lagi mengetuk pintu, rasanya aneh bak AIR HUJAN yang tak henti jatuh berulang-ulang.

Dan saat seorang sadarkan aku, dengan kata pahitnya tentang kehidupan masa depan aku berfikir untuk tidak menikah, tidak memiliki hubungan dengan lawan jenis manapun yang pernah aku jadikan kriteria atau bahkan yang tak pernah terlintas dalam benak ku orang seperti itu.

Rasanya hidup terlalu lelucon jika hanya terpaku pada lawan jenis, bukankan kamu bisa melakukan segala hal seorang diri?
Tuhan memang menciptakan kita untuk berpasangan dihari nanti, tapi nampaknya aku tak akan berurusan lagi dengan mereka.
Biarkan aku yang menjadi gila kerja, gila belajar, tapi jangan jadi aku yang gila karena cinta pada manusia.

Mungkin kau akan temukan aku sendiri, tapi tidak aku punya kehidupan dengan berjuta buku, beribu usahaku dan beribu kawan yang tak akan pernah aku sakiti mereka.

Iklan

3 respons untuk ‘Kehidupan tanpanya

  1. rachma nurfadillah berkata:

    ooh ini toh yang dimaksud
    keren keren..
    bahasanya udah kaya langit diatas noh
    ~tinggi banget
    gw ajah ampe baca berulang”
    emg bener yaa [seseorang bisa merangkai kata” ketika mereka sedang merasa galau]
    jangan galau mulu mba nanti takut di tangkep pampres akkakakk #lol

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s