dibalik 23 juli ; Hari Anak Nasional

masih banyak yang tak ingat bahwa tepat pada tanggal 23 juli dikatakan sebagai hari anak nasional dimana seharusnya anak memiliki hak untuk memilih apa yang mereka inginkan dalam kehidupannya. dimana kebahagiaan adalah hal terpenting yang harus dimiliki untuk menata kehidupan selanjutnya.

menengok kebelakang atau kesisi nyata yang kadang terlupakan, masih banyak anak indonesia yang tidak bisa merasakan duduk dibangku sekolah dan merasakan bagaimana proses belajar yang pada dasarnya dapat membawa kita jauh lebih pintar dan membawa kita mengetahui hal banyak. juga masih banyak anak yang keinginannya kalah dengan kuasa orang tuanya dengan kata lain mengikuti jalan yang sebenarnya dia tak suka demi mengikuti kata orang tua.

saya bukan orang yang memberikan subsansi saya pada orang lain hanya saya melihat dan ingin sedikit melakukan hal bagi indonesia.

keluarga saya tidak sepenuhnya berada dan dapat mencukupi kehidupan mereka, ada yang sulit untuk mendapat pendidikan ada yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena satu berbagai hal bahkan terlambat sekolah karena tak punya kerudung putih untuk berangkat kesekolah. tapi saya mencoba dengan apa yang saya miliki, memberi dan melihat mereka kembali ke sekolah.

bagi saya sekolah adalah masa yang tak bisa ditebak, di saat kita masuk sekolah dasar kita bisa belajar dan bermain mengenal banyak hal yang sebelumnya bahkan kita tak tahu sama sekali, di sekolah dasar kita berteman dengan tulus tak peduli si dia kelas mana dari keluarga mana atau hal lain yang kadang dipandang sebelah mata saat kita beranjak dewasa.

di masa menengah pertama kita mulai berdisplin dengan kehidupan diajarkan mengenai bagaimana kehidupan nanti, lalu menengal kata yang sebelumnya mungkin hanya kita dengan tanpa kita tahu apa artinya, juga banyak ingin mencari tahu sendiri yang menurut kita penting.

lalu dimasa menengah akhir kita diajarkan untuk menerima kenyataan, diajarkan betapa kerasnya dunia bahwa mungkin mimpimu hanya mimpi atau mimpimu bisa jadi nyata dengan betapa kerasnya kamu menghadang cobaan di depanmu. dan banyak lagi.

saya ingin semua orang dapat merasakan fase hidup itu, dimana kamu akan belajar banyak dibaliknya.

tak banyak yang bisa dilakukan, hanya berbagi apa yang saya bisa bagikan.

satu hari saya menilhat tumpukan buku saat saya masih duduk dibangku sekolah dasar, dulu di sekolah selalu ada acara berbelanja buku tiap bulannya walaupun orang tua saya hanya bisa memberi saya uang cukup untuk membeli satu buku tapi itu membuat buku saya banyak hari ini. membuat taman bacaan adalah cita-cita saya dengan mama, kami ingin memberikan sedikit yang kami punya walau tak langsung mungkin hal itu bisa bermanfaat. sampai hari ini memang taman bacaan itu belum ada tapi niat saya tak akan pernah berakhir.

satu hari saya membawa beberapa buku ke tempat keluarga saya, disana banyak sekali anak kecil ada yang bernama aida, rula, iko, zahra, rendi, farhan,erdi dan lainnya mereka semua adalah keponakan saya dan umur mereka rata-rata masih bersekolah di sekolah dasar, saya selalu senang melihatnya karena mereka masih bisa bermain seperti saya bermain dulu bermain boneka, bermain masak-masakan dengan tanah bahkan bermain dokter dengan ada yang berperang sebagai ibu, ayah dan anaknya. mungkin jarang memang bisa ditemukan tapi saya menemukannya setiap kali saya berkunjung.

” mau pada baca buku ga ? ” saya menyapa mereka kala mereka sedang bermain boneka diteras rumah

” mauu ! ” serentak mereka menjawab pertanyaan saya, kalian tau ? saya senang sekali, mereka mau membaca buku dan tidak sekedar bermain saja

” sebentar ya teteh bawa dulu bukunya, tapi jaga baik-baik ya ” bukan hanya meminjamkan saya juga ingin mengajarkan mereka bertanggung jawab dengan apa yang saya pinjamkan.

kalian tau? saat saya bawakan beberapa buku wajah mereka senang sekali dan bersemangat, saya meninggalkan mereka dengan beberapa buku yang saya pinjamkan, iko yang bersekolah di sekolah dasar membacakan buku yang saya pinjamkan pada aida dan zahra dengan intonasi yang tepat, sepertinya dia punya bakat bercerita karena dia bisa mengerkspresikan kata-kata dengan tepat.

saya ingin menemukan tempat saya, dimana saya bisa berbagi pada anak-anak dan mengembalikan masa jaya anak-anak seperti saat saya masih berada di umur mereka.

dari hari itu, saya tau minat anak untuk mengetahui sesuatu itu sangat besar hanya saja pemuas mereka hanya sedikit dan tak sedikit dari mereka yang mencari tahu sendiri dan malah menemukan hal yang salah.

bagaimanapun kita tak bisa menyalahkan zaman, yang sekarang serba mudah dengan teknologi sebenarnya semuanya kembali kepada kita yang lebih besar dimana teknologi akan kalah dengan kita yang bisa melestarikan kebiasaan baik salah satunya membaca dan saling mengkomunikasikan apa yang sebenarnya salah diumur mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s