cerpen : Hydrangea – SATU

Saat wanita jatuh cinta dengan sangat, maka jangan tanya patah hatinya, kau tahu akan selalu kurang saat kau menanyakan apakah dia lebih baik dari sebelumnya ? [anndrl]

 

Tiga bulan aku dengannya tidak berada ditempat yang sama, dan selama itulah aku tak pernah merasa hubunganku dengannya baik dengan makna baik yang sebenarnya. Kami selalu saja bertengkar walaupun karna seonggok rindu yang tak tersampaikan. Hari suram itu semakin hari semakin tak bisa dipungkiri selalu saja datang, apa karna kita lahir dihari ditanggal dibulan dan tahun yang sama? Kadang pertanyaan itu menghantui seolah sifat kita yang sama-sama keras tak dapat dihapuskan karna keegoisan kita yang sama. Banyak orang yang bilang seorang yang lahir dihari yang sama tak akan bisa berhasil perjalanan cintanya, dan mungkin itu berlaku pada kisah aku dengannya.

Aku dengan dia sudah lama sekali tak bertemu, sekalinya bertemu karna dia marah dan aku berusaha menyulut marahnya dengan menemuinya saat itu atau karna dia tiba-tiba ada diarah rumahku dan aku harus menemuinya walau aku bilang aku tak bisa karna sudah terlalu larut untuk pergi menemuinya. Selalu begitu entah kapan pertemuan kita karna janjian yang lebih baik dari itu semua, aku tak tahu.

 

Hari itu aku merasa bingung Daniel marah lagi karna hal sepele, padahal yang aku ingat besok dia janji untuk mengantarkan pulang seusai aku dan dia selesai tes untuk memasuki perguruan tinggi yang dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia. Telfonku tak diangkat olehnya begitu pula dengan pesan yang berkali aku kirim, hanya satu pesan sebelum aku tidur

Liat aja besok, aku gatau bisa anter kamu pulang atau engga

Aku gak janji.

Hanya itu saja dan itu sangat membuatku bingung karna itu juga menentukan aku harus bilang apa kalau mama tanya soal seusai tes aku pulang dengan siapa.  Tuhaaan ! batinku menjerit. Tanpa memikirkan lagi banyak hal aku memilih tidur dan ya sesuai dengan yang dikatakan Daniel, kita lihat saja besok akan seperti apa.

“ Elara, kamu udah siap? “ mamah bertanya hamper berteriak

“ iya udah mah “

“ tuh mas Agun udah nunggu kamu didepan, cepet kasian “

“ … “ aku hanya mengangguk seraya menjemput tangan mamah dan mengucap salam karna aku harus bergegas pergi

“ nanti di jemput Ra ? “ batinku sebal mama menanyakan soal aku pulang, engga tahu, gerutuku dalam hati.

“ nanti aku sms aja deh mah agak siang, aku gatau “ aku memang sudah bilang sebelumnya aku akan diantar oleh Daniel pulang tapi karna Daniel marah aku jadi bingung harus bilang apa kalau mama bertanya seperti itu.

Siangnya Daniel mengirimiku pesan, akhirnya, aku lega sekali saat itu walau pasti akan terjadi kecanggungan yang luar bisaa karna kita baru saja bertengkar kemarin dan akan bertemu dengan suasana hati yang masih tak enak.

Aku bisa jemput kamu nanti, selesai tes aku langsung ke tempat

Kamu, tunggu ya .

Aku membalas dengan hati tenang dan senang, sudah lama gak ketemu kamu Nil !

Oke, aku tunggu kamu deket gerbang ya

Tak lama aku masuk kelas lagi untuk tes terakhir. Perasaan tidak sabarku menyebabkan handphone yang aku taruh ditas jatuh seusai tes itu berakhir dan rusak. Aku hanya bisa menelpon Daniel satu kali dan sisanya tak bisa apa-apa handphone itu rusak.

“ Nil udah jalan ? “

“ ini aku baru aja keluar, kamu tunggu ya. Jalannya agak penuh nih “

“ iya aku tungguin “

Cukup lama aku menunggu Daniel datang dengan handphone yang layarnya hancur karna jatuh dari ketinggian meja yang luar bisaa. Hampir semua peserta sudah pulang dijemput siapapun itu yang menjemputnya dan tinggal aku. Danieel ! sebal sekali saat itu, dia memang selalu begitu membuatku kesal setengah mati tapi saat dia datang aku hanya bisa tersenyum entah mengapa.

“ Hey cantik “ sapa Daniel tersenyum

“ .. “ aku hanya manyun sebal menunggu

“ dih manyun gitu, maaf deh jalannya penuh liat kamu tes daerah mana ? “ Daniel mencoba menghibur

“ liat udah ga ada siapa-siapa disini ? aku kaya orang ilang Nil? “

“ iya maaf sayang “ dia tersenyum, aku menarik nafas panjang, aku rindu senyum itu nih. “ mau main dulu atau langsung pulang ? “

“ aku ayo aja, lagian aku udah bilang ko sama mama aku pulang sama kamu “

“ kamu bilang sama aku ? “

“ iyalah “ Daniel memang selalu gak pede kalau di kenalkan sama mama entah alasannya apa “ sms ke mama dong hape aku jatuh tadi, rusak “

“ kok bisa ? “

“ gara-gara kamu “

“ maksudnya “

“ aku takut kamu ngehubungin aku, jadi aku buru-buru ambil hape di tas eh malah jatuh, mati deh sekarang hapenya “

“ yaudah jangan cemberut nih pake, terus kita main “

Rasanya hari itu sangat panjang karna aku menjalaninya berdua saja bersama dia yang jujur, sangat aku sayangi. Tawanya yang akhirnya selalu menjadi semangatku, katanya yang membuatku selalu lega ada di dekatnya, aku tak pernah kurang saat bersamanya. Aku tak pernah tau apa artinya aku untuknya, yang aku tau hanya mengenai apa yang aku dengar dari mulutnya bukan dari hati yang sebenarnya. Aku selalu percaya, karna pada dasarnya aku selalu mencoba menumbuhkannya dengan baik dan benar.

Ya, cinta itu mengenai kepercayaan maka saat kau tau seorang yang disana belajar mempercayaimu, seharusnya kau tak buang sia-sia kepercayaan yang diberikannya dengan berbohong.

Itu yang selalu aku ingat tentang kepercayaan, karna percaya bukan hanya lewat pembicaraannya padamu tapi lewat hatinya.

 

*****

“ kayanya aku mau udahan aja deh “ kata-kata itu keluar begitu saja, mungkin karenal lelah dengan keadaan yang aku jalani selama 6 bulan terakhir ini.

“ lo seriusan Ra ? “ tanya Rani memastikan.

“ iya, udah semakin gak bener hubungannya dia cuma bisa marah-marah aja kalo apa yang dia pengen gak aku penuhin “

“ fikirin baik-baik dulu, mungkin gitu cinta menurut dia, harus bisa melengkapi .. “

“ bukan ngelengkapi kalau cuma aku yang harus gitu tapi dia ga bisa jadi apa yang aku pengen kali Ran “

“ iya, tapi ngeliat kamu dulu waktu awal banget sama dia kayanya kamu bahagia banget sama dia ga kaya yang sekarang tiba-tiba pengen putus. “

“ beda Ran “

Seketika kejadian pertemuan aku dan Daniel yang terakhir berputar dikepalaku, saat aku membuka pesan dari teman perempuan yang sangat aku kenal dan membicarakan aku dengan segala hal yang tak masuk akal, juga kejadian dia tak terima dengan keputusanku yang ingin menyudahi hubungan itu dengan sepihak karena aku merasa apa yang seharusnya aku ketahui malah dia sembunyikan. Semuanya berputar dan menghantui, rasanya tak adil jika hanya aku yang menangis memikirkan semua hal yang aku dan dia jalani tapi dia terlihat tenang saja dengan segala kesenangannya. Lain lagi aku mulai curiga dengan kegiatannya karna seolah lupa padaku harus aku yang mengabarinya tapi dia tidak, hal yang sepele memang karna bukannya selalu begitu dalam sebuah hubungan saat merasa ada hal yang dirasa tak beres curiga mengahantui dengan luar bisaa.

Awalnya rasa percaya penuh aku selalu berikan, tapi hari pertemuan itu terasa membahagiakan dibungkus dengan rasa sangat menyakitkan aku tak tahu bagaimana menjelaskannya hanya begitu saja senang dan kecewa bercampur dalam satu rasa yang entah apa namanya.

 

Juli Buat Aku Tersenyum, tulisku pada personal massage di BBM ku. Dengan segala hal yang aku lewati aku hanya bisa berharap semuanya jauh lebih baik karna rasa ini masih nyata walaupun sakit bukan main yang aku rasakan di Juni kemarin. Handphoneku bergetar, ada pesan masuk.

From Chintia: Ra, nanti kumpul angkatan bakal ikutkan ?

Ah iya, sebenarnya aku sangat ingin bertemu yang lainnya karna setelah sekian lama tak bertemua akhirnya ada juga acara seperti ini tapi aku tak begitu yakin untuk ikut, tak begitu yakin dengan segala alasan.

To Chintia       : gak tau, pengen sih tapi masih bingung

From Chintia: yah L ikut aja yang lain pada nginep di aku

To Chintia       : iya nanti aku bilang dulu, bingung_-

From Chintia: kenapa lagi ? Daniel ?

To Chintia       : kayanya akum au udahan aja deh Ya

From Chintia: setuju, mending udahan aja Ra, kasian ke kamunya

Tiba-tiba percakapan malam itu menjadi percakapan mengenai Daniel. Chintia bilang setelah aku pulang tes masuk perguruan tinggi itu ada kejadian lagi yang tak aku ketahui sebelumnya, dan sekali lagi hati ini hancur.

To Chintia       : maksudnya ?

From Chintia: janji jangan bilang tahu dari aku ya ? ya gitu mereka jalan berdua gitu. aku gak bilang ke kamu soalnya aku tau kamu gimana ke dia, aku kasian. Maaf ya

To Chintia    : gak ko gak apa-apa, makasih banget udah dikasih tau kaya gini jadi aku ga usah ragu juga dong buat nyudahin

From Chintia : ah jadi putus gara-gara aku dong?

To Chintia     : engga kali. Haha

 

Apa cinta sebegitu kejamnya kan? Sampai tak menyediakan kisah bahagianya untukku walau hanya di awal kisah ini?

 

*****

Jadi hari itu seharusnya aku tahu bahwa dia tak seharusnya menerima maafku, seharusnya memang kita pulang dengan keadaan kita berpisah bukan dengan tersenyum atau tertawa karna bahagia telah bertemu, lalu apa yang aku lakukan hari itu. Dengan jarak yang cepat aku menemukan dua perempuan lain dalam hidup Daniel, Daniel yang aku tahu hanya menyimpan aku dihatinya karna dia yang mengenalkannya pada menenitipkan orang yang aku sayangi pada pemilik makhluk yang ada di dunia, karna dia yang mengenalkan ku pada rasa percaya dalam waktu cepat karna kesempatan tak datang dua kali atau kelipatannya, dia yang mengenalkan ku pada wherever you are I always make you smile, dia yang membuat setiap gambar disela ulangan yang melelahkan saat hari terakir aku dan dia disekolah menengah atas saat itu. Sebelumnya aku anggap dunia ikut tersenyum saat aku bersamanya, hujan karena air ingin mengiringi kisah aku dan dia dengan romantis, tapi sekarang seolah aku sadar hujan sore itu hujan yang selalu aku banggakan dengan kisah lain yang aku sebut afternoon rain saat itu hanya pertanda bahwa kisah ku akan setragis hujan sore itu, tak berhenti, menakutkan dan sangat dingin. Betapa bodoh aku waktu itu merelakan orang yang selalu ada di hariku demi dia yang hari ini membuatku sakit setengah mati. Memaki diri sendiri rasanya tak akan ada hentinya maka aku putuskan untuk berhenti dan menghentikan kisah ini.

Dengan segala perdebatan yang aku lewati, dengan pertanyaan yang aku atur sendiri bagaimana menyampaikannya saat itu kepadanya akhirnya aku yakin aku harus mengakhirinya mau bagaimanapun.

 

“ ayo Ra bukannya kamu mau ngomong sama cewenya ya ?” Dila menyuruhku bergegas agar taka da waktu yang terbuang sia-sia, aku hanya menghela nafas karna sunggu aku masih belum siap.

“ perlu ya aku ngobrol sama cewenya ? “

“ iyalah cepet selesai-in”

 

Aku memulai percakapan panjang saat acara perkumpulan angkatan itu selesai, sungguh air mataku saat itu jatuh entah apa alsanannya bukan karna aku tak rela Daniel pergi bersamanya hanya saja, teman yang memelukmu erat bisa saja menusukmu dengan perlahan. Benar saja itu terjadi padaku saat itu. Dia hanya bisa meminta maaf atas semua yang terjadi dan tak bisa mengubah keadaan apapun hari itu, entahlah betapa bodohnya aku.

 

“ danielnya mana Ra ? “ tanya Edwin, salah satu teman yang sekelompok dengan aku dan Daniel saat PKL Januari lalu.

“ gak tau Win “

“ … “ sepertinya Edwin mulai bisa menebak apa yang terjadi “ Aku tau kenapa, pantes aja PM kamu Juli buat aku tersenyum, ada masalah ya ?  “

“ ah udahlah Win gak perlu diomongin “

 

Sepertinya pertanyaan semua orang akan sama kalau melihat keadaanku yang hanya berjalan bersama beberapa teman perempuan, sedangkan semua orang yang memiliki pasangan pergi bersama. Aku hanya tersenyum pahit karna telah menerima semua hal yang akhirnya menjadi begini hari ini. Kenapa aku masih ga enak hati ya?. Rupanya menumpahkan semua kekesalanku pada perempuan yang ada bersama Daniel akhir-akhir ini tak menyelasikan semuanya, tak menyelesaikan rasa sakit yang ada dihati ini. Akhirnya

To Daniel        : maaf ya kumpul-kumpulnya aku ganggu

From Daniel    : iya, kenapa ?

To Daniel        : aku mau putus aja Niel

From Daniel : kamu serius ?

To Daniel        : iya. Maaf kalo apa yang kamu pengen belum bisa aku penuhin. Makasih buat 6 bulan yang mengesankannya ya Niel

From Daniel : ya udah kalo kaya gitu, maaf juga banyak ngecewain kamu, aku emang gini adanya, belum bisa seseius kamu ngejalanin hubungan, belum bisa sedewasa kamu nyelesain suatu hal

To Daniel          : yaudah selamat bersenang-senang lagi ya

From Daniel     : iya maaf banget ya Ra

 

 

Gajji moshalkka duryeowohaettdeon ai gateun nan ne apeseon geurae

– Such HyunAh 


featured image by tjuandha.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s