cerpen : hydrangea – Dua

Dia yang datang tak bisa menjadi siapapun, karena aku belum menjadi bagian dalam hatinya, bahkan dalam hidupnya.

 

Tes masuk perguruan tinggi waktu itu ternyata gagal juga, akhirnya aku memutuskan untuk masuk salah satu perguruan tinggi swasta yang ada dekat dengan rumahku karena mamah yang meminta aku untuk berkuliah di sana saja agar tetap dekat dan tak usah mengeluarkan biaya untuk kos. Aku setuju saja saat itu, yang aku fikirkan aku tetap melanjutkan apa yang seharusnya aku lakukan ketimbang berlarut dengan kesedihan atau berdiam diri tak melakukan apapun. Ternyata tak susah mendapatkan teman, banyak  yang mau berteman denganku yang belum mereka kenal dengan baik ini.

Tadinya aku akan pergi bersama yang lain, tapi entah kenapa aku tiba-tiba malas dan memutuskan untuk pulang saja walau yang lain memaksa

“ udah Ra ikut aja tuh motor aku kosong dibawa Rio “ paksa Helen yang sudah duduk dimotor yang dibawa oleh bayu.

“ engga ah aku pulang aja Len “

“ ih ayo dong ini pas motornya “

“ engga, kalian aja “

“ bener ya  ? “

“ iya Len kalian aja, lain kali aku ikut deh “

“ awas ya nanti ikut, yah jadi Rio sendiri aja ya di motornya “

Aku memang begitu sering kali setiap yang lain mengajakku untuk main dan aku sibuk mencari alasan agar bisa tak ikut dengan mereka, sebenarnya aku Cuma mencoba menghemat uang saja, wajar mamah dalam keadaan krisis dan aku selaku anak yang mendapat uang hasil kerja kerasnya harus pintar dalam me-meneg uang yang aku terima, akhirnya aku banyak alasan.

Dari aku dan yang lain yang selalu kemana-mana berenam akhirnya menimbulkan banyak gosip dikelas, ada yang bilang Helen jadian sama Bayu lalu Dinda dengan Hadi, hanya aku saja dan Rio yang aman dari gosip wajar aku dan Rio orangnya lempeng dan ga suka banyak berkomunikasi jadi tak mungkin aka nada gosip yang menghampiri kita ini. Tapi satu hari Helen yang tahu cerita aku dengan Daniel di masa kemarin malah mencoba menjodohkanku dengan Rio, aku sadari Rio punya paras yang bisa dinilai 8,7 tapi kemungkinan aku bersama Rio hanya 0 persen saja karena Rio sendiri sudah punya hubungan dengan salah satu teman SMA nya begitu setahu ku. Usaha Helen semakin menjadi dengan cara dia bilang pada Hadi yang pada dasarnya dekat dengan Rio kalau dia harus menjodohkan aku dengan Rio.

“ tapi kan Rio udah punya pacar Ra “ kata Hadi tiba-tiba

“ ya emangkan ? “

“ nah loh ko bisa tahu sih Ra ? wah pengagum rahasia nih ceritanya  ? “

“ eh engga ko, tau aja “

“ nanti aku cariin, tapi bukan Rio ya Ra “ Hadi tersenyum nakal.

“ hahahaha “ semua yang ada ditempat itu tertawa

 

Hari berganti hari lagi saat itu aku lupa mata kuliah siapa tapi ada beberapa detik mata ku bertemu dengan bertemu dengan mata Rio, hanya aneh kami membeku dan saling membuang tatapan itu bersamaan, untung saja aku masih bernafas jadi ketika mataku sudah memindahkan arahnya aku masih bisa hidup. Sungguh aku tak tahu artinya apa, semenjak hari itu rasanya aku selalu mencari anak yang masuk kelas siang saja sedangkan kalau jam pagi dia tak masuk kelas karena masih tidur. Beberapa kali aku merasakan sebuah pandangan aneh yang aku tak tahu siapa yang memandangku itu, hanya saja aku hanya berharap itu dia, Rio, orang yang anak-anak jodohkan waktu itu. Tak hanya sekali mata aku dan Rio bertemu tapi tetap saja Rio bukan milikku.

Aku tak banyak berharap, pada dasarnya aku mulai tak menyukai cara berpacaran setiap orang dan tidak menginginkan keadaan itu karena setiap ada yang bertanya mengapa masih sendiri saja aku hanya bisa menjawab karena aku tak  mau berpacaran atau lain sebagainya. Beberapa kali aku berfikir apakah sakit itu yang membuat aku seperti ini, tak menyukai seseorang dengan baik atau apa, tapi lagi aku tak menemukan jawaban yang tepat karena aku hanya tak ingin. Dan kesendirian ini menyadarkan aku bahwa adakalanya lebih baik sendiri mengarungi beberapa fase kehidupan untuk mendapatkan suatu hal yang lebih baik karena saat nilai semester satu keluar sunggu aku puas dengan kerja kerasku tanpa ada ganguan saat itu. Ya aku hanya belajar dan belajar tak ada yang mengganguku, dan saat aku dengar Daniel sudah dengan yang lain aku yakin nilai Daniel dan pacarnya tak akan melebihi IP ku, betapa sombongnya aku hanya saja aku tahu arti dibalik sedih yang melandaku akhirnya, tuhan membimbingku untuk mencapai hal yang lebih baik untuk membanggakan orang-orang yang ada disekitaku.

 

*****

 

Mungkin mulai tumbuh sedikit rasa tapi aku tak tahu seberapa yakin aku dengan disisi lain aku tahu bahwa Rio telah dengan yang lain dan aku hanya bisa memandangnya saja dari jauh, tersenyum kala wajahnya yang selalu tak tersenyum aku pandangi dengan sengaja.

satu kali dia ada dekat sekali denganku, sunggu dekat. Tapi tak ada sapaan atau teguran hanya aku tahu dia berada sangat dekat denganku sampai aku dapat mencium bau parfumnya saat itu.

 

            Hangat kala kau berada dekatku
            Seolah kau milikku
            Syahdu kala mata kita saling menatap
            Seolah pesan cinta ini tersampaikan dengan mantap
 
            Kau seorang yang selalu ku cari
            Selalu ku mimpi untuk berada dalam hari-hari
 
            Mengapa kita sedekat ini tanpa ada sapaan ?
            Hanya saling menatap tak bergeming ?
            Mengaoa aku serindu ini tanpa memiliki?
            Hanya bisa berharap kau rasakan yang sama suatu saat nanti
           
            Suatu hari mata kita bertemu
            Membeku beberapa saat
            Dan saling kita palingkan karena malu
 
            Kemarin itu terjadi lagi
            Apa kau bisa jelaskan arti semua ini ?
 
            17 feb 16
          Elara Puteri Neredia
 

Aku hanya bisa menulis sedikit saja, karena aku sadar aku bukan siapa-siapa bahkan mungkin dia hanya menatapku karena dia merasa aneh dengan aku yang seperti ini adanya, aku tak tahu apapun. Kalau rasa ini benar dan terus berkembang setiap harinya, aku hanya bisa berharap semoga aku tak salah jatuh cinta lagi kali ini. Semoga kau jawaban doaku selama ini. Tapi lagi aku tak banyak berharap karena aku pernah banyak berharap dan ternyata harapku tak tepat sasaran.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s