hydrangea, dibalik setiap cerpen

mungkin ga semua orang kenal dengan bunga yang satu ini, berbeda dengan ketenaran bunga lily atau bunga mawar, hydrangea mungkin ada dibawahnya. walau begitu tak sedikit orang yang menyukainya yang mungkin salah satunya adalah aku. selain menjadi bunga yang dapat dikatakan mahal, hyrangea juga bunga yang kadang kita jumpai dibeberapa pernikahan.

baiklah kita mulai, alasan mengapa aku memakai hydrangea di cepren yang beberapa minggu kebelakang aku post secara berurutan, karena kala itu aku membaca sebauh buku dan di buku itu menyebutkan nama bunga yang punya seratus bunga disatu tangkainya, hydrangea adalah bunga yang menandakan kepolosan seseorang (buku itu menyebutkan begitu) mungkin karena warna biru atau ungu bahkan pinknya adalah warna yang lebut, bagiku kalimat singkat itu adalah aku yang hanya ingin merasakan cinta tanpa tahu apa yang ada dalam cinta yang sebenarnya saat itu, tentang aku yang ingin disayangi oleh seseorang tanpa bisa menempatkan diriku sendiri untukknya. Karena aku adalah satu orang yang merasakan hal-hal ini menyayangi, mengagumi, mengharapkan, mencintai, kemudian disakiti, ditinggalkan dan dilupakan. Bagiku orang yang sama sekalipun saat bertemu cinta tak akan pernah bisa sama mengatasinya, setiap bertemu orang baru kita akan menjadi pribadi yang baru juga meski kedua orang yang memiliki sikap yang hampir sama sekalipun kita tidak akan pernah jadi kita yang sama saat mencintai.

akhirnya aku pakai nama bunga itu di cerpen yang saling terikat satu sama lainnya, aku menempatkan Elara (tokoh utama cerpen hydrangea) sebagai gadis yang polos lengkap dengan kisah cintanya, gadis yang selalu punya kisah berbeda dengan orang yang sebelumnya belum pernah dia pernah temui. lengkap dengan kisah berharap, ditinggalkan dan lainnya. aku hanya ingin membawa pembaca kedalam kisah seseorang yang walaupun dia masih orang yang sama, bagaimana dia mencintai dan melewati kisahnya tak akan pernah sama, meskipun dia bertemu dengan orang yang sama mungkin kisahnya tetap berbeda.

lagi hydrangea dikatakan bunga yang punya arti ‘terimakasih sudah memahamiku’ jauh dibalik itu semua semua kisah yang aku titipkan pada Elara dan kalian pembaca semua, adalah rasa terimakasih, rasa terimakasih yang dalam kala sepasang kekasih pernah memiliki waktu bersama meskipun akhirnya hilang karena penghianatan, pergi dengan yang lain atau bahkan hanya sebatas menatap punggungnya pergi karena tak sempat bilang “aku memiliki rasa padamu”

tak banyak yang bisa aku sampaikan di sekelebat artikel aneh ini. aku berharap bisa menyelesaikan hidrangea-empat tentang Elara dan ketua acara bahasa di sekolah mereka, karena sampai minggu kemarin aku masih belum bisa menyelesaikannya, ada kisah yang hilang, entah karena aku melupakannya atau karena dia tidak ingin aku untuk menitipkan kisahnya pada Elara. karena sejujurnya kisah ini selalu sulit untuk kutuliskan, kisah tentang sebuah kebodoh, tentang kembalinya seseorang dan kisah perginya seseorang dengan janji tak akan datang barang sekalipun padanya lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s