thanks 18

It’s okay if you’re hurt, because you’re 18years old

[School2015]

Setiap orang pasti merasakan suatu fase yang sama dimana kita merasa getaran aneh saat berada dekatnya atau bahkan hanya sekedar saat kita melihatnya, yang kadang diikuti dengan rasa melihatnya saja sudah cukup. Yah akupun begitu bahkan menurutku terlalu banyak yang aku lewati sampai hari ini, tapi aku selalu mencoba mensyukurinya dengan baik berkata aku akan lebih dewasa dari sebelumnya.

Mungkin hydrangea (satu) sudah mewakili sebuah kisah di umur 18 tahun, yah kisah jatuh cinta yang membuatku bukan hanya sekedar jatuh tapi justru tersungkur, lucu rasanya karena dulu sebuah pujaan yang luar biasa bisa menyebabkan sebuah sakit yang sama luar biasanya, aku tak usah bercerita bukan? Kalian bisa membacanya.

Tapi sekarang diumur 19tahun aku banyak sekali bersyukur karena dengan luka itu aku berhenti mencari sebuah cinta, aku hanya berkata nanti saja saat waktunya tiba, sekarang aku punya fokus yang berbeda tentang kehidupan dan biarkan orang lainpun mempunyai fokus dengan penyertanya masing-masing.

Diumur ini aku berfikir aku tidak akan terjerumus pada hal yang sama seperti saat aku 18tahun entah itu cinta atau berfikir aku bisa lebih bebas menikmati hidup, sekarang aku justru punya palang dalam melakukan segala hal karena bisa saja seseorang justru jatuh meskipun sebelumnya dia sudah tahu kalau dia memang mungkin saja jatuh, maka kita perlu palang bagiku palang itu sangat penting dimana pondasi hidup justru dimulai 18tahun atau mungkin sekitar 6tahun yang lalu mungkin aku masih mencari tempat yang cocok dan aku menemukannya dan sekarang biarkan aku membangun perlahan tanpa bantuan siapa saja karena hidup dimulai oleh diri sendiri, tepatnya oleh keyakinan yang kau buat untuk terus berjalan maju (kalau bisa berlari)

Beberapa hari yang lalu saat aku sedang berada dihalaman rumah tak sengaja aku melihat sepasang anak muda yang mungkin masih kelas 1 smp bergandengan tangan, lalu terdiam “cape ya?” kata anak perempuan yang terlihat lebih seperti anak sd itu “lumayan” kata sang laki-laki lalu mereka duduk di bukan sebuah bangku aku tidak tahu namanya itu apa. Aku tak mau melihatnya bukan tentang aku jomblo mereka pacaran hanya saja aku merasa tidak pantas, terbersit dalam fikiran ‘mungkin orang lain juga mikir gituya waktu aku jalan berdua waktu itu’ geli rasanya mengingat itu walaupun setidaknya dulu aku sudah lulus sma tapi tetap saja. Aku cuma berfikir berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk kisah cinta itu karena mungkin semua itu menyita belajar mereka, walau aku tak sepintar itu bahkan aku akan terseok saat masuk kelas 3sma setidaknya aku hanya jalan dengan seorang saat aku lulus sma dan itu saat aku mengira aku benar benar jatuh cinta.

Kalau aku bisa kembali ke masa lalu aku ingin hanya tau belajar dan berteman saja tanpa yang lainnya karena aku baru merasakan pahitnya sekarang, bukannya aku tidak terima aku masuk swasta tapi dengan banyak perbandingan siapa yang tidak ingin masuk ptn dan aku banyak berfikir saat ini. Kalau aku punya mimpi besar dari dulu aku mungkin akan memberanikan diri daftar ke kampus imipian seol university atau mungkin fakultas kedokteran yang aku inginkan demi menyembuhkan bapa yang meninggal karena sakitnya. Karena aku bukan dokter aku hanya bisa memaksa mama pergi ke dokter sekarang atau melarang mamah makan ini itu, mungkin kalau aku dokter aku akan belajar sedikit demi sedikit untuk menangani pasien bukan?

Banyak mimpi yang aku lupakan jadi penulis, masuk dokter atau psikologi, bisa fotografi, punya taman bacaan dan banyak lagi karena aku terlalu terlena. Walau begitu aku belum mengingjak 20taun untungnya masih banyak jalan juga untuk mencapai impian yang tiga tahun lalu aku tulis disebuah buku sebagai proposal hidup.

18tahun itu memang indah hanya saja kamu jangan melihat sebelah mata karena mungkin saja kamu sedang terlena dibuatnya.//

Kadang kamu harus membuka proposal yang pernah kamu buat dahulu, walau malu rasanya Karena belum satupun yang ter-reslisasi tapi itu akan mengingatkan kamu tentang tekad yang pernah ada dan kamu akan berusaha mencari hal serupa setelah melihatnya. Aku iri dengan orang-orang yang bisa memanfatkan 6tahun terakhirnya sebelum mereka 18tahun, mereka membaca mengenal dunia dari bacaannya, menulis membagi pandangannya yang mungkin penuh niat mengalahkan pandangan morgentau tentang kepentingan negara dalam bukunya. Aku iri, aku hanya menuliskan seorang yang aku pandang dari jauh yang sama sekali tak menghasilkan apapun kecuali tulisan ini, tapi tida, tidak sepenuhnya aku menyesal, iya aku punya tulisan ini yang aku pastikan akan terus berkembang setiap aku membaginya pada kalian semua (pembaca).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s