Apa Kabar Jodoh ?

entahlah kau dengan siapa hari esok, yang pasti hari esok yang entah kapan aku pasti bersamamu [anndrl]

Aku berjalan disebuah taman penuh dengan rumput segar berwarna hijau dan sedikit embun yang masih setia disetiap kelopak bunga dan daun yang aku lihat, sungguh seperti bukan Bekasi tempat tinggalku yang panas ditambah bisingnya suara mobil ingin saling mendahului meski tahu bukan karena ada penumpang yang turun dari angkot alasan angkot didepannya berhenti tapi karena lampu merah atau karena memang macet karena banjir.dipagi itu semua orang terlihat ceria, anak-anak kecil bernyanyi lagu yang terkenal pada 70-an, para ibu ikut bertepuk tangan sambal ikut berlari bersama anaknya, dan yang muda sibuk berbincang dan tertawa. Seperti bukan hari ini memang, ini seperti aku saat masih sekolah dasar, iya karena aku melihat kegembiraan yang berbeda. Di sebrang sana. ‘ah dia, senyumannya’ dia tersenyum lalu pergi melewati pohon rindang yang dibawahnya tergelar tikar berwarna putih dengan garasi kuning mencolok. Dan aku hanya punggunya yang semakin lama menghilang. 

Pagi itu aku hanya merasa lebih nyaman berbaring dikasurku, jadi aku tarik lebih atas lagi selimut yang dari semalam belum berubah posisinya. Tak lama aku terbangun karena aku rasa aku sudah tak bisa tidur kembali ‘ah mimpi itu’ batinku menggerutu. Ingin rasanya mimpi itu berlanjut, aku menutup mataku lagi tapi tidak ada mimpi yang aku harapkan,bahkan mataku sudah tak mau lama-lama terpejam ‘aku ingin membuntuti dia’ aku menghela nafas panjang.

Aku cepat bangun, merapihkan tempat tidurku lalu lari ke lemari memilih baju untuk kuliah hari ini dan keluar kamar untuk segera mandi, tapi mataku berhenti dan memilih menonton acara gosip pagi-pagi yang sedang dinyalakan mamaku.

“ emang siapa sih mah yang kena narkoba lagi? “ tanyaku sambil membenarkan handuk yang turun dari bahuku

“ tadi sih katanya model gitu ka “

“ ah aku ga boleh jadi model ya mah berarti, nanti aku kena kasus narkoba kaya dia juga”

“ ka, kamu mana bisa jadi model, jalan aja laki banget” mamaku tertawa keras

“ ish cita-cita anaknya juga, malah diketawain “

Pagi dirumah memang begitu, aku senang karena keluargaku penuh dengan tawa dan canda tak ayal pagi-pagi aku, kaka dan adikku malah nyanyi ga jelas walaupun sambil rebutan kamar mandi karena masuk sekolah diwaktu yang sama. Aku rasa, aku harus lebih bersyukur dengan nikmat keluarga penuh tawa yang Alloh titipkan ini, walaupun apa yang pernah mereka lakukan tetap saja pasti ada orang yang menginginkan canda tawa dalam keluarganya tapi tak bisa mereka dapatkan. Bagiku mereka adalah hadiah atas kelahiranku.

Aku mengecek kembali dompet serta kartu bis yang menurutku adalah hal yang paling penting diantara barang yang lainnya, ditengah depok yang panas dan macet akhirnya aku memutuskan untuk pergi setiap pagi dengan menggunakan bis bahkan kadang memakai kereta untuk sekedar merasakan suasana kuliah ala orang luar negeri, yah memang itu salah satu keinginanku kalau saja aku bisa terlahir kembali, bisa menikmati suasana kota dengan kereta saat berangkat sekolah dan ini tercapai saat aku kuliah, bukankah aku sungguh bahagia ?

Tak ada yang special setiap kali aku kuliah atau melewati hariku, hanya saja hal yang harus aku lakukan adalah mensyukuri segalanya,

“ Ma, kita kapan ngerjain tugas yang video itu ? “ Dini yang baru saja masuk kelas langsung menghampiri dengan sedikit berlari seolah dosen sudah ada dikelas dan dia datang terlambat.

“ Gatau gue dut, nyari bule dimana coba ? masa kita harus bikin tulisan ‘looking for foreigners’ terus angkat depan lampu merah sih kan kaga “ aku hanya berusaha santai walaupun, aku orang yang paling takut dengan hari pengumpulan tugas entah karena belum selesai atau takut salah, yang pasti apapun itu alasannya aku takut hari pengumpulan tugas.

“ Dut Dut aja lu Ma mau gue panggil pake panggilan sayang di kelas juga ya lu “

“ Kaga Din kaga jangan dong harga diri gue jatoh di depan sekelas kalo gitu caranya “

“ bukan salah gue kalo harga diri lu jatoh, toh emang udah dari sonohnya juga “ Dini malah menambahkan sahut-sahutan tak jelas mereka

“ yaudah deh gue ngalah, tapi jangan panggil pake panggilan sayang yah di panggil aja Rahma cantik ya hahaha “ tambahku sambil bergaya membenarkan kaca mataku, ya itulah namaku Rahma, memakai kaca mata dan belum aku ganti semenjak aku duduk di kelas 2 SMA.

Satu lagi yang aku syukuri, aku punya teman seperti Dini yang hobinya bikin guyonan yang bikin perut sakit selama berbincang, selain itu Dini dan aku tak pernah membicarakan laki-laki, yah aku sangat bersyukur. Diantara banyak orang yang masih saja membicakan laki-laki di usia masuk 20 tahunan, aku justru berusaha berhenti memikirkannya, bukan tentang kisah sakit hati atau apalah yang lainnya hanya saja bagiku banyak hal yang harus direncanakan untuk hari esok, dan itu bukan soal aku tapi juga tentang keluargaku artinya semua ini tentang masa depan. Lagi pula entah apa alasannya, aku justru geli setiap melihat orang yang jalan berdua dengan sayang-sayangan pegangan, rangkulan, bagiku aneh melihatnya. Yah aku tak sesempurna yang dikira, aku pernah menjalin sebuah hubungan kemudian menyimpan harapan untuk masa depan bersama tapi sudahlah itu sudah berakhir dan bagiku tak ada untungnya hari-hari kemarin merencanakan semuanya toh gambar yang aku buat, tulisan yang aku coba ukir dengan baik tak berdampak apapun hari ini, justru hanya menjadi cerita lama yang bahkan untuk mengingatnya saja aku berkata tak mau pada diriku sendiri.

Tentang suatu saat nanti, aku selalu berhenti di pekerjaan yang aku inginkan, dimana pekerjaan dapat memberiku kesempatan besar untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat lagi bagi sesama manusia, terlebih bagi anak-anak yang membutuhkan segala hal untuk menjadi besar suatu saat nanti. Tapi akhir-akhir ini ada masalah sepertinya dengan pendirian ini, karena seseorang beberapa teman SMA yang datang membawa kabar tentang untungnya nikah muda, bukan jadi ingin cepat-cepat sih hanya saja kalau dengan pendirian yang aku buat kapan aku bisa melaksanakan hal yang jadi perintah agama itu ? ah sudahlah umurku masih duapuluh ko.

“ Din, masa tetangga gue kangen gue coba ? “ kataku tiba-tiba, entah apa alasannya kalimat itu keluar begitu saja tanpa permisi.

“ Jadi gimana ? Masa ? Yang beneer ? “ Dini berkata sambil mempermainkan pertanyaan seoal tak peduli dengan kata-kata yang aku katakan sebelumnya.

“ Tapi dia masih kelas 2 SMA Din, masa gak ada gitu yang mau sama gue 1 tahun atau 2 tahun lebih tua dari gue gitu “ aku melanjutkan tak peduli jawaban Dini sebelumnya.

“ Ya kagak bakal ada sih Rah “

“ Maksud lo ? “

“ Ditinggal pacarana aja lu mewek, gimana mau diajak pacaran sama yang lebih tua “

“ …. “ kata-kata Dini memang ada benarnya juga aku memang belum pantas bahkan hanya untuk berfikir kearah sanapun seharusnya jangan .

Perkataan itu memang ada benarnya juga, karena memiliki pasangan adalah hal yang bukan main-main terlebih saat kita beranjak dewasa, tapi dewasa ini bukan hanya soal umur tapi tentang kesiapan menghadapi rintangan. Tentu memutuskan untuk berkomitmen bukan hal yang sembarangan, saat dewasa hubungan dengan komitmen-pun harus dewasa dan tentu memiliki tujuan yang bukan hanya sekedar menikah, pergi kesana-sini ada temennya, ada yang perhatiin, tidak sesederhana itu tentunya, jauh dari itu setiap pasangan harus saling bertanggung jawab satu sama lain dan siap menanggung bahagia bahkan kesalahan salah satu antara pasangan tersebut, lain lagi kala tuhan sudah menitipkan makhluk hidup dengan detak jantung di rahim sang istri. Yah – walaupun aku tak tahu tapi membayangkannya pun aku tak bisa sampai ke sana . dan dibalik semua itu, aku masih belum bisa, mungkin dikatakan aku dewasapun belum pantas, masih banyak sifat kekanakan yang aku miliki dan mungkin tidak semua orang bisa menerimanya.

Maka untuk saat ini aku hanya bisa menuliskannya, mengiriminya surat lewat angin yang ku harap berhembus juga pada-nya,

 

Assalamualaikum ..

Hari ini aku mencoba memberanikan diriku menuliskan tak banyak kata yang entah dengan alasan apa akhir-akhir ini selalu menggangguku, aku mencoba memberanikan diriku untuk menuliskan rindu yang kerap datang disaat aku menginjak umur yang genap 20 ini.

Kau, apa kabar mu ? aku harap kau selalu dalam keadaan baik dan selalu dapat menjaga kesehatanmu. Aku memang tak pernah tahu kau siapa, kau bahkan tak pernah mengunjungiku, sekalipun dalam mimpi, dan orang lainpun tak pernah membisikkan kau mungkin sedang mencariku juga.

Kau, apa kau tahu kapan tepatnya kita dapat bertemu ? dan kau datang bertamu ? apa kau sudah merencanakannya ? banyak pertanyaan yang sangat ku tunggu jawabnnya darimu. Seperti yang sudah aku sampaikan, aku sangat merindukanmu, seperti si padang pasir dengan terik matahari yang merindukan air, atau matahari di tengah hari yang merindukan si bulan. Entah apa lagi yang harus aku sampaikan, hanya saja yang sangat aku ingin tahu dari mu

Apa kabarmu jodoh ?

 

 

Cheers,

Sebelumnya gabisa nulis cerpen kalau bukan pengalaman, dan sekarang saya mencobanya. Makasih Rahma atas ide judul yang menggoda untuk menulisnya, yang walaupun hanya tiga halaman butuh berminggu-minggu menyelesaikannya. Ada satu lagi sebelum saya selesaikan tulisan ini, saya ingin membagi tulisan Rahma yang ada di buku 4 tahun lalu_
Hari begitu dingin
Dingin sekali
Tak ada sinar matahari yang bisa menghangatkan tubuhku
Disini aku sendiri
Melamun memikirkanmu dan menulis tentangmu
Dibuku biru ini ‘buku tentangmu’
Lemar demi lembar kutulis kata syair yang indah tentangmu
Andai kamu tahu, aku berharap kau adalah jodoh yang baik yang dikirim Allah untukku
Harus kau ketahui wahai adam
Aku tak sepintar aisyah, dan tak secantik dirinya
Ataupun tak sesoleh Khadijah yang senantiasa terus mendampingi pasangannya
Maaf
Aku bukan yang sempurna
Hanya saja
Aku hanya dapat berusaha menjadi yang terbaik untukmu agar aku bisa melengkapim walau dengan kekurangan yang aku miliki
Aku akan senantiasa menunggumu atas keridhoan Allah dan
Ku lantunkan doa untukmu
_rachmawati nurfadillah_
 

 

Iklan

5 respons untuk ‘Apa Kabar Jodoh ?

  1. Rachmanurfadillah berkata:

    Ooohhh sweet.. Berkali kali gw ketawa liat ceritanya dan di akhir gw terharu banget nyil demi apapun itu..
    Gw ga pernah tau tulisan itu kapan gw tulis yg pasti gw inget itu tulisan gw nyolong dari syamila akakakaka
    Terus berkarya yaa nyil gw selalu berharap yg terbaik buat sahabat kecil gw anida nurul inih yg selalu berceloteh dengan ala ala lebaynyaah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s