Entah di Belahan Bumi Mana

Setelah tulisan Hydrangea ke empat selesai dengan cara penulisan plot yang berbeda, dan kemudian menulis ‘Apa Kabar Jodoh ?’ yang ditulis diluar kebiasaan menulis saya, saya terhenti, entah apa alasan pastinya hanya saya merasa tak memiliki waktu padahal banyak sekali waktu yang saya buang sia-sia setelah saya sadari sekarang, banyak waktu dimana saya bisa menulis beberapa cerita lagi bukan justru memilih tertawa menutup semua ide saya yang sebenarnya sederhana tak seperti orang-orang yang pandai berbicara di depan audience dengan percara dirinya atau dapat mengungkapkan idenya secara langsung dengan hitungan menit saja, tapi setidaknya harusnya saya memikirkan itu.

Tadi pagi ketika aku sadar, aku sedang dibawa ke sebuah bangunan dengan kaca besar yang aku tak tahu kotanya dimana atau aku sedang berada di negara apa pagi ini. semua orang sibuk dengan lomba yang sedang di adakan di bangunan tersebut, bangunan yang satu ruangan penuh dengan makanan-makanan yang di pajang rapi, dan ruang lainnya terdapat kolam renang besar dengan cahaya yang lebih banyak masuk ke ruangan tersebut, sama di ruang itupun ramai dengan orang mereka sedang berlomba juga. Aku berjalan kesana kemari dan akhirnya menemukan senja di balik sebuah benteng teratas kastil yang terletak tepat didepan kaca besar tersebut, tau kan ? itu indah sekali. senja, lembayung sore, awan yang penuh dengan warna jingga, itu pandangan yang sangat indah dan jujur aku tak pernah melihatnya secara nyata. Pemandangan yang sama seperti yang aku bayangkan ketika aku membaca buku Riley Bloom, buku tentang seorang yang berada dalam keadaan mati dan hidup dan demi bergabung bersama keluarganya di alam kematian (entahlah apa disebutkan dibukunya, aku lupa) Riley harus membawa arwah yang bergentanyangan diberbagai tempat untuk kembali ke alamnya. asli deh nyata banget ! . Aku mencoba mengabadikan pemandangan tersebut dan mengambil gambar temanku yang sedang beristirahat di bawah pohon didekat pantai sebelah tenggara tempat aku berdiri. dan mimpi itu pun berakhir.

Andai benar aku disana, tentu aku senang aku berada ditempat yang luar biasa, penuh dengan kastil, dan aku yakin dibalik setiap kastil juga ada sejarah dan mimpi dan arsitektur, para pekerja dan orang yang terlibat dalam pembangunan tempat tersebut. kau tahu ? dulu aku tak suka sejarah, aku selalu duduk di paling belakang dan bercanda dengan temanku bukan mendengarkan guru, tapi entah setelah aku suka korea dan sering streaming variety show korea, aku suka sejarah. Yang aku lihat, mereka selalu bangga dengan tempat yang mereka kunjungi, mereka tahu sejarahnya, dan tentu tempatnya sungguh hebat, didesain dengan sedemikian indahnya.

setiap orang punya mimpi dan aku juga, saat tadi pagi mimpi itu datang dan saat itu jugalah aku menggambarnya sebagai mimpi yang harus jadi nyata. Seperti banyak mimpi yang aku tulis dalam proposal ku, aku selalu berusaha membuatnya nyata, jangan terlalu berfikir ‘itu sulit loh nda, memangnya kamu bisa ?’ cukup katakan ‘usaha kamu ga akan pernah sia-sia, toh itu mimpi yang kamu tulis tanpa mengganggu orang lain atau mimpi orang lain kan ‘ kalau aku ceritakan apa masih ada yang mau mendengarkannya karna mereka bisa saja menggangapnya bualan, makanya aku menyimpannya dan merencanakannya karna semua akan baik-baik saja sampai mimpi itu nyata.

selamat datang mimpi, kau tak akan pernah aku sia-sia kan, aku akan berusaha apapun yang aku bisa untukmu. kau tetap akan tetap ada dalam jangkauanku, kau mudah, kau dekat.

Dan benar tepat sebelum aku menghapus tulisan ini beberapa minggu yang lalu, aku punya alasan dan itu karena seorang berkata ‘bermimpilah yang akan jadi nyata, jangan hidup didunia fantasi, pantas saja yang kau baca dan kau tonton semuanya adalah tulisan dan film fantasi, makanya kau banyak bermimpi’ sudahlah toh aku hanya ingin berbagi dan menyebar pemikiran positif dimana orang-orang berhak berfikir mengenia hal-hal yang baik yang akan terjadi di kemudian hari, seperti yang tertulis dalam ‘Actors In World Politics For Students of International Relations’ dimana optimists is people who predict the best possible situation, itu tertulis singkat dan begitulah manusia harusnya hidup setidaknya kita bahagia dan tentunya harus ikhlas bukan menerima nyatanya. Yang terpenting adalah bermimpi setinggi langit tapi harus ingat kau harus masih menginjak tanah.

Ada satu mimpi lagi pagi ini, dan aku senang sekali dia datang. mungkin aku ceritakan lain kali. maaf ini mimpi ku kalau kau rasa mengganggu, ingat mimpi ku sebenarnya tak bermaksud menggagumu. Jika mengganggu, mari bermimpi bersamaku dan mewujudkannya bersama dengan cara yang paling sederhana ^^

see you in next part of ‘lily of the valley’  !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s