Yang Tak Tersampaikan (untukmu)

kepadamu, aku sangat merindukanmu bagai bulan yang merindukan matahari. untukmu, kau cinta pertamaku yang mengajarkanku kasih sayang tak henti. 

akhir-akhir ini aku sangat merindukanmu bahkan beberapa kali aku tak sadar, menyalahkan keadaan yang membawamu pergi jauh dari dekatku. kadang aku berfikir, apa tak ada cara lain untuk menguji seseorang selain mengambilmu dariku. Dulu aku masih 10 dan rasanya aku tak tahu apapun, aku hanya tau darimu aku mengenal dunia, kau yang mengajarkanku banyak hal termasuk cat air dan alat musik. ah aku merindukanmu. kali ini aku seperti sedang masuk kesebuah jalan yang tak tahu akhrinya dimana, berputar mengelilingi labirin dan cemas, semakin lama aku berjalan aku tetap tak menemukan jalan keluar. entah aku harus kemana.

Ramadhan membawaku pada kisah-kisah pilu, saat dua manusia harus rela melepas jabat erat tangan sebelumnya karna Sang Maha Kasih yang lebih merindu. Aku ingat saat surat itu dibacakan saat shalat isya, aku ingat sekali cerita Nabi Ibrahim, aku ingat lagu pertama yang kau ajarankan saat kita bermain piano, aku ingat semuanya.

Pa’ aku merindukanmu …

kau pergi terlalu cepat pa’ aku bahkan belum tau banyak cerita tentangmu saat itu yang ternyata pernah diburu banyak orang desa karena membongkar kasus korupsi para petinggi, atau tentang seorang pemuda yang selalu meramaikan acara di desa. Di sisi lain aku bangga, tapi sebagai anak yang sekarang menginjak 20 aku rasa harusnya kau ada disini lebih lama, aku ingin banyak belajar darimu.

kehilangan tentu bukan hal yang diharapkan terlebih kau belum sempat mengucap selamat tinggal, saat itu aku tahu apa aku hanya anak 10 tahun, aku bisa apa .

tak banyak yang pernah aku sampaikan dulu, bahkan mungkin aku belum pernah katakan aku sangat mencintaimu, bukan ? kali ini aku mulai tahu, cinta itu hal yang disampaikan seseorang kepada orang lain dengan tulus, bukan? atau tak peduli aku sanggup atau tidak aku rela melakukan apapun untuknya, bukan ?

Bahkan bak rintik hujan berapa kalipun dia terjatuh, dia sanggup, bukankah hujan sangat rindu dan mencintai tanah ?

bagai gunung, jika dihitung dan diingat mungkin ada ribuan kata yang belum sempat tersampaikan. Sekarang saat aku menjalani hampir 3285 hari tanpamu, makna keberadaanmu makin banyak ku dapatkan.

Pertama yang tak pernah sempat aku sampaikan padamu adalah ‘betapa berartinya dirimu‘ kerap kali aku iri dengan orang seusiaku yang akrab dan tertawa bersama ayahnya, dan aku tau kehadiran ayah dalam keluarga itu penting, pa’ kau berarti. 

Salanjutnya tentang ‘aku yang mencintaimu‘ entah berapa kali aku jatuh cinta tapi jika ku ingat cintamu adalah sempurna, tak pernah membohongi tak pernah menyakiti, meski kau pergi lebih dulu aku selalu ingat aku lari ke bawah selimut dengan adikku dan memancingmu untuk menggelitik membuat kami tertawa, aku ingat itu. itu indah pa’.

bagiku, anak yang beranjak dewasa (katanya) yang hidup tanpa seorang bapa’ aku sangat kekurangan, seperti kata orang anak perempuan akan lebih dekat dan mirip dengan ayahnya dan begitupun sebaliknya, memang aku dan bapa’ tidak terlalu dekat tapi aku tahu semua hal yang aku lakukan tidak lepas dari kebiasaan bapa’, bahkan mamahpun bilang begitu. aku bangga mirip denganmu, tapi aku kecewa karena tidak bisa melewati banyak fase denganmu, tak seperti mereka.

banyak yang tak sempat aku sampaikan padamu pa’ entah itu rasa cinta, rindu, kecewa atau hal lainnya. aku sama seperti anak lainnya yang ingin punya ayah, dan aku punya hanya sayang kita berjaua. sampai berjumpa di tempat dan waktu yang tepat pa’. ohya datanglah ke mimpiku kali-kali, sudah lama sejak kita saling berlarian mengumbar tawa pada dunia kala itu kau belum datang lagi, 아빠, 너를 보고 싶어요 ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s