DIA Yang Membawa Potongan Hati

perlahan aku mencoba menutup mataku merasakan cahaya yang perlahan masuk lewat porinya, aku tenang seolah apa yang aku miliki adalah hal yang terbaik yang pernah ada. Aku bersyukur karna tuhan masih memberi kesempatan matahari datang kembali untuk menghangatkan dunia.

Tapi disaat yang sama aku tak berfikir tentang seorang manapun, aku tau aku telah menutup hati. Aku tak habis fikir ternyata aku telah bertindak terlalu jauh dan terlalu menyakiti hati seseorang, aku tau aku salah.

Aku terhenti tapi detak jam tak bergenti, aku hanya ingin menikmati atau mungkin menghakimi diri karena salah yang tak pernah salah. Itu salahku. Tak ada kicau burung di pagi hari atau mungkin suara gerimis hujan, kepalaku sepi. Tak mendengar dan merasa. Ini aku sekarang.

Terimakasih telah menjadikan ku bagianmu dan memahat dengan jelas garis bagian yang dulu tak pernah menyatu sebelumnya. Terimakasih dengan sangat. Aku kehilangan sedikit bagian, mungkin kala kau memahatnya kau membuatnya terbelah dan jatuh, maka bagian yang hilang adalah bagianmu dan bagianku sendiri yang tidak pernah bisa cocok kembali dengan bagian siapapun. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s