Yang Tak Bisa Ku Mengerti

banyak yang tak kumengerti, terlebih ini tentang kamu

sore ini aku berada diketinggian menatap banyak bangunan yang menjulang tinggi dengan gagah berani dan didesain dengan indah. indah, begitulah ketikan aku menatap segala keindahan yang dapat ku saksikan sendiri dengan mataku. beberapa tahun terakhir ini aku banyak mencoba menatap langit pagi, merasakan hembusan angin malam, menikmati sejuknya udara pagi hari, dan mencoba menyukuri semau itu.

tapi berbeda sore ini, ketika aku mencoba menikmati semua hamparan indah ini aku sadar tiba-tiba kau datang, aku tak mengerti karna kau datang hanya untuk minta maaf tanpa membawa alasan lain (walaupun aku tak mengharapkannya), dan karena hal itu aku benar-benar tak mengerti. aku sempat berjanji tak akan menulis segala hal tentang hal seperti ini, tapi biarkan aku menulis lagi menulis tentang apa yang bisa aku tulis. dan sekarang aku menulismu.

sudah lama bukan? kapan terakhir aku menulismu ? yang aku ingat salah satu bagian cerita hydrangea adalah cerita tentang kamu, tapi yang kutulis dari hari hanya satu dan ada dibuku yang sempat ku berikan padamu, semoga kamu masih menyimpannya dan kalau memang benar tolong kirimkan dua buku itu padaku karna aku tahu kau sudah tak membutuhkannya dan haruskau tahu setiap buku yang ku tulis punya arti dan saat kau menyimpannya seharusnya kau punya maksud dan bisa membuatnya berarti juga, jika tidak untuk apa ? kembalikanlah ! akan ku kirimkan alamat rumahku berserta kode posnya dan aku tingga mengirimnya lewat tukang pos, cukup simpel bukan ?

tapi aku tahu kau tak pernah membaca tulisanku, dan mungkin yang ini juga.

yang aku tahu seharunya kau tak usah datang lagi barang sedikitpun karena saat kau datang, kau membawaku ke kesalahanku yang kau juga lakukan saat itu ,

aku pernah membuat kesalahanan, mengingkari janji dan pergi padamu. kau juga pernah. apa kau sadar hal itu ? tapi aku tak pernah meminta maaf lagi, karna aku yakin dia akan memaafkan ku walau semua itu tak akan membawanya kembali. dan akupun begitu. maaf tapi aku yakin kaupun tak akan kembali bukan ? kau telah bahagia

aku pernah tertawa bersamanya dan menjadi tak saling sapa. kau juga pernah. apa kau sadar kala itu aku ingin kau belajar, belajar menghargai detik yang kau miliki dengan seseorang yang sedang bersamamu dan kau memilih lupa dan menjalani hubungan tanpa pernah belajar.

aku pernah menyakiti. kau juga pernah ? dan aku sadar benar dia sangat tersakiti [maafkan aku ! semoga kau membaca dan tau maksudku] bagaimana denganmu, apa aku harus jelaskan juga ? tak usahkan ? aku sudah tak apa.

Kedatanganmu hanya membuatku bimbang, aku banyak bertanya-tanya tapi walaupun begitu aku sadar, tak akan ada jawaban apapun.

Tak berharap, hanya bertanya untuk apa kau menyapa ?

 Dan mungkin besok aku mengerti bahwa sapa hanya sekedar tanya tanpa jawab tanpa harap. Kau membawaku pada kenangan dan janji yang kau hianati tanpa hati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s