” aku akan selalu mengikutimu ” katanya

Hari ini aku ingin bercerita tentang dia yang datang kemudian membawa tenang. Tentang dia yang selalu bisa membela. membuatku punya harapan.

Sore itu aku diam dibalik tembok, sambil sesekali melirik kearah seorang yang jelas ku kenal, seorang yang ku kagumi, dan kuminta amin kepada temanku setiap perbincangan kita soal dia. Dia sedang berlatih gymnastic untuk kejuaraan, dan berulang kali ku terpesona olehnya. Kubayangkan wajahnya kali itu. wajah yang hitam manis dengan rambut yang masih menghiasi kepalanya. Aku tak pernah berbicara padanya ataupun sebaliknya, hanya saja selalu ada tingkahnya yang membuatku tambah suka.

Tidak, dia sadar aku melihatnya. Sekarang dia melirikku sesekali sambil terus melakukan aktifitasnya. Aku hendak pergi hampir siap berdiri untuk mengambil langkah. Tapi

” hey nanti sore ayo kita pergi, aku jemput ” katanya mendekatiku sambil tersenyum. Aku mematung. Tak tau apa yang seharusnya aku katakan. Tentu aku ingin bilang iya secepatnya. Tapi lagi aku tak bisa, mungkin dia punya sinar pembeku yang membuat bibirku kelu dan tak bisa berkata apapun.

” aku anggap jawabanmu iya ” jarak kita semakin dekat tinggal beberapa langkah lagi aku bisa menyentuhnya. Tapi kemudian dia terdiam.

” aku harus pergi dulu, ingat nanti sore akan aku jemput kamu ” katanya lalu menjauh.

Ah dia memang selalu tak pernah dekat, kita selalu memiliki jarak. Aku tak seberuntung tokoh novel yang kubaca dengan semangat. 

Aku sudah mencair, kini aku bisa bergerak. Aku mengambil langkah menuju tribun. Tiba-tiba. 

” apaan sih dia kenapa kamu yang diajaknya pergi ” manusia setengah lelaki dan setengah wanita itu berteriak. Iya suaranya lelaki dengan sedikit aneh tapi wajahnya jelas menampakkan itu. Dia laki-laki. ” lebihnya kamu apa ? Jelek, tak cantik, pendek ” aku masih diam berusaha tak meluapkan emosiku.

” stop sudah kita kesini untuk melihat mereka latihan bukan buat ribut ” seseorang disebelahnya mengingatkan, suaranya agak sedikit pelan. Dia duduk. Tak lagi berteriak.

Aku mengurungkan niat untuk duduk didekat manusia setengah-setengah tersebut. Berjalan kearah lain. Lalu duduk di sebelah lelaki yang tak ku kenal. Tapi aku tak nyaman. Maka aku berdiri, memilih bangku yang jauh dari keramaian. 

Lelaki itu mengikutiku, lalu duduk disebelahku. Menatapku agak lama.

” jangan takut ” katanya pelan ” jika dia mengganggumu bilang padaku ” tambahnya masih menatapku ” oh ya tentang laki-laki yang sedari tadi kamu pandangi dan mengajakmu pergi sore ini, bilang padaku jika dia menyakitimu ” dia terdiam. Akupun sama. Terdiam.

” aku selalu mengikutimu ” katanya lagi ” semoga akan selalu begitu ” 

.

.

.

” nida banguuuun katanya tadi minta sejam aja tidur laginya ayooo ”

Yaah mamah membangunkan ku.

Tapi sebenarnya dia siapa apa dia orang yang sama yang mengajakku berlari sambil tertawa dimimpiku yang sebelumnya ? Kuharap kita bisa bertemu dikehidupan nyata 

Mimpi tanggal 16 Januari 2018

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s