Senang Kembali Bertemu denganmu

sore itu dia tak mengijinkanku untuk naik ke motornya, iya itu terjadi karena pertengkaran kami sebelumnya. Aku mencoba membujuknya karna sebelumnya dia berjanji untuk mengantarku pulang hingga rumah dengan selamat. Sayang, dia bersikeras tidak mau mengantarku. dan akhirnya aku turun dari motornya menunggu angkutan kota dengan motornya yang semakin menjauh. dia bahkan tak mengatakan apapun kala ia pergi, ini seolah dia ingin pergi selamanya.

sebuah angkutan biru datang, aku memutuskan naik karna tak ada pilihan lain. selama diperjalanan aku tak memikirkan apapun. pikiranku kosong.

aku turun tepat didepan tugu masuk ke daerah kompleks rumahku. kau tau? rumahku jauh sekali dari tugu itu. aku harus berjalan cepat untuk segera sampai dirumah. baru sampai dirumah ke 5 sebuah motor hitam menghampiriku.

” ayo aku antar sampai rumah ” dia tak menyebut namaku, akupun tak mengenal siapa lelaki itu, tapi apa yang dilakukannya sungguhlah tak asing. aku pernah bertemu dengannya.

anehnya, meski tak begitu mengenalnya aku memutuskan untuk mengikuti yang dikatakanya. aku naik kemotornya. mengenggam jaket yang dipakainya dengan erat.

” kalian berantem ? ”

” kamu liat ? ”

” engga, tapi aku tau ” begitu katanya.

” itu yang bikin kamu kesini ? ”

” bukan ”

” jadi ? ”

” khawatir kamu kenapa-napa ”

” memangnya ? ”

” jalan dari sini ke rumahmu kan ga deket ” tambahnya

” kamu tau ? ”

bukannya jarak rumah semakin dekat, dengan diantarnya aku olehnya membuat perjalanan justru semakin lama dan membuat jarak rumahku seolah lebih jauh.

lalu aku sudah sampai dirumahku. aku menangis tanpa sebab seolah kecewa, walaupun aku tak pernah tahu pasti alasannya. tapi kamu tau yang terjadi. Dia datang lagi. Dia yang tadi tiba-tiba datang dan mengantarku sampai rumah kini ada dirumahku lagi.

” kamu kenapa nangis ? ” katanya masih di halaman rumah setelah aku keluar dari rumah.

” engga ko ”

” aku tau ”

” aku gak tau alesannya kenapa aku nangis ”

” anak kecil ” katanya terkekeh

” gaapa ” aku berupaya kuat

” jangan dirumah kamu pasti akan begini terus. Nangis ”

” lalu ? ”

” kita jalan ”

” sudah malam ”

” ya sudah aku antar kamu ke rumah putri ”

” kamu tau putri ? ”

” yuk ” dia mengangguk

Aku tau aku butuh teman tapi apa harus aku keluar rumah. Aku berfikir cukup lama.

” aku akan bilang sama mamamu ” dibenakku hanya muncul tiga kata memangnya dia berani ? Yah pada kenyataannya banyak bukan laki-laki yang berani ngajak anak orang pergi tanpa ijin ke orang tuanya, tapi dia ? Berbeda.

” gak perlu ” aku terdiam ” aku tinggal dirumah saja ”

” baiklah asal kamu jangan terus menangis, berbahagialah dunia tak harus selalu tentang dia bukan ? Bahkan kini ada aku ”

” .. ingat aku akan selalu bersamamu aku selalu mengikutimu ”

Kata-katanya persis sama dengan yang seorang dalam mimpi waktu itu katakan. Apa mereka orang yang sama ? Bisakah ? Mungkinkah ?

Paginya disekolah seorang lelaki disebelah mengusap kepalaku ” kamu sudah baik saja anida ? ”

Aku terdiam

.

.

.

.

Percayalah aku tidak mengada-ngada kisah ini. Ini benar terjadi dimimpiku. Walaupun ada bagian yang tak harus aku tulis dan aku tambahkan juga.

Dan jika benar dia sudah datang ketiga kalinya, walaupun kali ini dia lagi-lagi tak memperlihatkan wajahnya seperti pertama kali datang.

Siapa dia ? Akupun tak tau. Bahkan hingga tulisan ini dibuat aku penasaran kapan ia akan datang ke dunia nyata.

Mimpiku di 17 feb 18

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s