EmbundiTimur #2: Payungimu

Lagi kau sedang berlari, menembus hujan sore ini.

Kini aku tahu, kau tak pernah membawa payung peneduh.

Lagi kau buatku termenung, terpukau melihatmu yang kemudian sibuk mencoba mengeringkan baju.

Tadi, aku sangat ingin berlari.

Membawakanmu payung lalu berjalan bersamamu.

Tapi, aku takut semesta marah.

Aku takut mengagetkanmu, karna mungkin kau tak siap ku payungimu.

Karena aku melihat, kau bahkan tak siap dengan kedatangan hujan.

Karena kau tak pernah membawa payung.

Dari lelaki dengan payung biru ditangannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s